Suara ketukan pelan di pintu kamar, disusul dengan kemunculan dua wajah bocah laki-laki yang menyembul dari balik daun pintu, seketika membuat Seana tersenyum cerah.“Ayo, kemari…” ucap Seana hangat sambil melambaikan tangan, mengisyaratkan kedua kurcaci kecil itu untuk mendekat.Kedua anak itu mulai melangkah masuk ke dalam kamar. Di belakang mereka, tampak Emely mengekor dengan wajah sungkan.“Maaf mengganggu, Nyonya. Tetapi kedua Tuan Muda bersikeras ingin menemani Anda,” ucap Emely sopan, menjelaskan maksud kedatangan mereka bertiga.Tadi, saat ia sedang membereskan lantai bawah, si kembar terus saja merengek meminta diantarkan ke kamar Seana. Emely sebenarnya sudah berusaha mencegah, bahkan memberi alasan bahwa Seana sedang butuh istirahat dan ingin sendirian. Namun, Kiel dan Kier tetap teguh pada pendirian mereka, memohon hingga Emely tidak tega menolak.“Ah, tidak apa-apa.” Seana menggeleng kecil, senyumnya tidak pudar. Ia sama sekali tidak keberatan dengan kehadiran mereka. L
Last Updated : 2026-07-14 Read more