Seana tersenyum lebar mendengarnya. Kier pasti merasa khawatir kepadanya, tetapi ia sudah terbiasa memegang pisau. “Mommy bisa mengupas kentangnya, kok.”“Bagaimana kalau tangan Mommy berdarah?” Kier kembali menanyakan hal yang sama. Ada raut khawatir di wajahnya, bercampur tatapan tak percaya.“Kalau tangan Mommy berdarah, tolong bantu obati, ya?” Seana kembali berucap tenang, tangannya kembali mengupas wortel dengan gerakan gesit.Melihat keahlian Seana, Kier dan Kiel saling bertatapan. Mereka berdua tak menyangka bahwa Seana benar-benar bisa mengupas kulit wortel.Selesai mengupas kedua wortel itu, Seana beralih mengupas kulit kentang. Setelah semuanya selesai, barulah ia menyatukan kedua sayuran tersebut ke dalam wadah dan menyerahkannya kepada Kier.“Bisa bantu Mommy untuk mencucinya, Kier?”Kier mengangguk, mengambil wadah di tangan Seana, dan berjalan menuju wastafel untuk mencucinya hingga bersih.“Kiel, tolong kupas bawang bombainya, ya? Pakai tangan saja, jangan pakai pisau.
Last Updated : 2026-07-23 Read more