“Thyme atau melati?” tanya Lea. Ia mengajukan dua pilihan. Bunga melati kering miliknya sudah sempurna dan siap untuk diseduh menjadi teh.Butuh beberapa percobaan, karena lebih sering Lea gagal.“Dua-duanya,” kata Ra. “Aku ingin mencoba yang melati, tapi juga ingin meminum yang thyme.”“Serakah sekali,” cela Lea, tap bibirnya tersenyum.“Memang, dan anehnya kau menyukai orang yang serakah ini bukan?”“Kata siapa? Percaya diri sekali.”“Kata ranjang itu. Entah berapa kali dia menjadi saksi bagaiman….”“BERHENTI!” seru Lea. Tahu Ra akan menyebut fakta memalukan soal dirinya.Ra terkekeh senang, tapi langsung berubah serius saat, Lea menyorongkan dua gelas ke hadapannya.Dia yang tadi duduk bersandar, menegakkan punggung.Ra harus menilai dengan serius, karena dia ingin membuat keduanya menjadi barang dagangan dari Yamu. Thyme sudah sukses menjadi bumbu di pasaran, maka kini saatnya mencoba langkah yang berikut, yaitu teh.“Yang ini benar-benar menusuk sekali aromanya,” kata Ra. Menunju
Last Updated : 2026-08-27 Read more