Belum juga gema maklumat Davin di area parkir sepenuhnya menyusut, riak baru yang lebih besar sudah menghadang di koridor utama. Ucapan Rian tentang rumor yang menyebar secepat api baru saja kering, ketika dari arah lobi utama, langkah kaki yang menghentak angkuh terdengar mendekat. Itu Ratu. Sang primadona kampus yang selama ini mengklaim posisi paling dekat di sisi Davin, berjalan dengan wajah merengut masai. Napasnya memburu, membelah kerumunan mahasiswa yang langsung memberi jalan dengan tatapan ngeri sekaligus penasaran. Begitu jaraknya tinggal selangkah dari Davin, Ratu langsung mencengkeram lengan denim pemuda itu dengan erat, menatapnya dengan sepasang mata yang menyalang penuh tuntutan. "Sayang, gosip murahan di parkiran itu gak benar, kan?" tanya Ratu, suaranya sengaja ditinggikan agar beberapa kuping di sekitar mereka bisa mendengar. "Kamu mana mungkin jadian atau bahkan sekadar memberi tumpangan pada si gembel itu, kan? Kamu hanya cinta sama aku, kan, Dav? Kita bahkan s
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-07-29 อ่านเพิ่มเติม