"Lama sekali kalian jalan-jalan!"Teguran berhawa dingin itu menggema keras dari arah tangga utama mansion, memotong gelak tawa tipis yang sempat mengalir di antara Davin dan Aleena. Langkah kaki keduanya membeku di ambang pintu depan.Kevin berdiri di bordes tangga, mengenakan kemeja hitam yang lengannya telah digulung hingga siku. Postur tubuhnya yang tegap memancarkan aura dominasi mutlak yang pekat. Matanya menyapu pemandangan di bawah sana—beberapa paper bag dari butik mewah di tangan Davin, serta posisi berdiri keduanya yang begitu dekat.Davin menarik napas panjang, memasang wajah acuh tak acuh khasnya. "Kami berkeliling dan belanja, Yah, jadi lama," jawab Davin santai, berusaha bersikap sewajarnya.Kevin tidak mengalihkan pandangannya. Sorot matanya yang tajam langsung mengunci sosok Aleena yang mendadak berdiri kaku. "Aleena, saya lapar. Buatkan saya makanan.""Baik, Tuan!" jawab Aleena refleks, kepalanya tertunduk hormat.Davin mengerutkan keningnya, merasa tidak tega melilh
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-08-19 อ่านเพิ่มเติม