Wajah Nikita seketika menjadi dingin.Di mata Darwis, segala usaha, penelitian, dan setiap tetes kerja keras yang dia curahkan di Evergreen Biotech sama sekali tidak berarti.Yang diinginkan pria itu sejak awal bukanlah dirinya, melainkan seorang Nyonya Susanto yang patuh, tinggal diam di dalam sangkar, dan tidak pernah merepotkannya."Atas dasar apa kamu ikut campur dalam kebebasanku?"Sekarang bahkan pekerjaannya pun ingin diatur oleh Darwis.Meski begitu, di lubuk hatinya dia tahu dengan sangat jelas, Darwis pasti akan melakukan apa yang dikatakannya. Dia memang orang yang selalu menepati ucapannya.Darwis tak lagi memandangnya. Dia kembali menunduk dan lanjut membaca dokumen di tangannya, seolah tidak menyadari gejolak emosi Nikita.Atau lebih tepatnya ... dia memang sama sekali tidak peduli pada perasaan Nikita.Dengan suara datar, dia berkata, "Nikita, pernikahan bukan permainan.""Kamu juga tahu kalau pernikahan bukan permainan?" Nikita tertawa karena terlalu marah.Lalu siapa y
Read more