"Aduh, Par, lo bisa santai dikit nggak sih? Eh salah, maksud gue, kok lo bisa santai banget sih?!" Febby bolak-balik merapikan kerah sweter Paris yang sebenarnya sudah sangat rapi.Gadis itu berkali-kali melirik jam tangan digitalnya, lalu menatap jalanan di depan gerbang kampus dengan binar mata yang lebih heboh daripada orang yang mau kencan.Paris hanya terkekeh pelan, bersandar santai pada tiang halte sembari memegang ponselnya. "Feb, dia cuma mau jemput buat minta pendapat menu minuman baru. Bukan mau ngajak gue ke pelaminan, tolong ya kondisikan mukanya.""Halah, kedok itu mah! Mana ada pengusaha muda bela-belain jemput anak kuliahan sore-sore cuma buat nanya rasa sirup," timpal Manda yang berdiri di sebelah mereka, melipat tangan dengan senyum penuh arti. "Tapi gue dukung penuh sih. Minimal, kalau lo sama Adrian, gizi lo perbaikan, Par.""Bener! Dan yang paling penting, bebas dari polusi udara bernama River," sahut Febby berapi-api, yang langsung dihadiahi cubitan gemas di leng
Terakhir Diperbarui : 2026-09-12 Baca selengkapnya