Paris mengerang rendah, mencengkeram sprei kasurnya kuat-kuat selagi gelombang kenikmatan yang dihantarkan oleh sentuhan River membakar seluruh sisa kesadarannya.Detik berikutnya, saat sensasi itu mencapai puncaknya, tubuh Paris mendadak limbung. Seluruh tenaganya menguap begitu saja, meninggalkan rasa lemas yang luar biasa di sekujur tubuh.Paris membuka mata. Ia melihat langit-langit kamarnya. Napasnya memburu, naik-turun dengan cepat memompa pasokan oksigen yang mendadak terasa menipis di paru-paru.Ia buru-buru menoleh ke samping kanan, lalu ke kiri. Kamarnya sunyi. Tidak ada River di sana. Rupanya, semua itu hanya mimpi.Paris menyandarkan punggungnya pada kepala ranjang, lalu menangkup wajahnya sendiri dengan kedua telapak tangan yang gemetar. Kulit pipinya terasa sangat panas."Sialan. Lo bener-bener gila, Paris. Bisa-bisanya lo mimpi itu," umpatnya lirih, suaranya terdengar serak di tengah keheningan pagi.Paris merutuki
Last Updated : 2026-08-03 Read more