Tuan Bald menatap lurus ke layar ponsel. Garis-garis tegas di wajah pria paruh baya itu makin mengeras melalui jaringan video call lintas benua. Di dalam ruang ganti VVIP yang terisolasi itu, keheningan merayap begitu dingin, memotong udara hangat yang baru saja menyelimuti Laura dan Edward."Kenapa diam, Laura?" suara Tuan Bald bergetar rendah melalui speaker ponsel. "Arahkan kameranya. Aku ingin melihat gaun yang kau pilih."Jantung Laura serasa berhenti berdetak. Jemarinya yang menggenggam ponsel gemetar tipis, namun ia memaksa otot-otot wajahnya untuk tetap membentuk ukiran senyum manja yang biasa ia tampilkan di depan suaminya. Di sudut ruangan, bersembunyi di balik barisan gaun malam bernilai ratusan juta, Edward berdiri sepenuhnya tanpa gerak. Napas pria itu ditahan rapat-rapat, seluruh inderanya terpasang tajam memperhatikan gerak-gerik Laura melalui pantulan cermin kecil di sudut dinding."Ah, Sayang ... kau ini selalu saja posesif," ujar Laura dengan nada terke
Last Updated : 2026-08-28 Read more