Rapat dewan direksi berakhir lebih cepat dari jadwal. Begitu Laura mengetukkan pena mahalnya ke atas meja kaca sebagai tanda penutupan, para pria berjas itu bergegas membereskan dokumen mereka dan keluar dari ruangan seolah sedang melarikan diri dari kandang predator.Ketika pintu ganda tertutup dan menyisakan mereka berdua, Laura mendesah panjang. Ia menoleh ke arah Edward yang masih berdiri tegak di belakangnya. Tangan pria itu, yang sejak tadi menyiksa kewarasannya di bawah meja dengan sentuhan rahasia, kini dengan berani menyusup masuk ke balik blus sutra hitam Laura. Jari-jari kasar itu meremas pinggang dan payudaranya dengan gerakan posesif yang membuat Laura memejamkan mata."Kau hampir membuatku kehilangan kendali di depan mereka, Edward," rintih Laura tertahan, meremas pergelangan tangan Edward."Itu tujuannya, Ratu-ku," bisik Edward serak di telinganya, menggigit pelan daun telinga wanita itu. "Agar kau selalu ingat, seberkuasa apa pun dirimu di depan para direktur tua itu,
Last Updated : 2026-09-14 Read more