"Aku hanya ingin memastikan kua baik-baik saja, Lyra."Suara pria paruh baya yang tenang itu seketika meremukkan seluruh dugaan Lyra. Bukannya sosok Kael berseragam rasa bersalah yang berdiri di ambang pintu, melainkan Hans—adik tiri Adrian sekaligus paman Kael. Pria paruh baya itu berdiri tegap di koridor yang remang-remang, mengenakan gaun kamar sutra gelap dengan senyuman tipis yang sangat tidak cocok dipasang pada pukul dua pagi.Lyra mencengkeram gagang pintu lebih erat, refleks menahan daun pintu agar tidak terbuka lebih lebar. "Paman Hans ... Ada apa malam-malam begini?""Ah, maaf kalau Paman mengagetkanmu," jawab Hans dengan nada suara yang sengaja dipelankan, seolah-olah penuh empati. Tanpa diundang, pria itu mengambil setengah langkah maju, memangkas jarak hingga Lyra secara insting melangkah mundur satu pijakan ke dalam kamarnya. "Paman melihat lampu kamarmu masih menyala dari bawah. Setelah kejadian mengerikan di pinggiran kota tadi, Paman takut kamu mengalami syok berat."
Last Updated : 2026-07-20 Read more