BAB 2 Tuduhan yang Menguliti Luka"Ughh … berat sekali kepalaku," eluh Lyra. Tubuhnya mengulat sebentar, lalu membuka mata perlahan. Setelah semalaman tenggorokannya disiksa Scotch pemberian Kael, Lyra terbangun dengan kepala pening. Sebagai mahasiswi kedokteran semester akhir, jam biologis memaksa tubuhnya tetap bergerak. Mengenakan pakaian rajut sederhana, ia melangkah turun ke lantai bawah demi segelas air hangat.Langkah kaki Lyra terhenti di pembatas ruang makan utama. Di ujung meja makan panjang, Kael Voss sudah duduk dengan tenang. Kemeja putihnya tersetrika sempurna, dipadukan rompi abu-abu gelap yang mempertegas bahu tegapnya. Gelas kopi di meja masih mengepulkan asap tipis dan terlihat belum tersentuh sama sekali. Lyra menegakkan bahu, lalu berjalan mendekati konter dapur bersih. "Selamat pagi,"sapa Lyra, mencoba sopan.Kael tidak menjawab. Ia bahkan tidak mengalihkan pandangan dari layar tablet, seolah suara Lyra hanyalah angin lalu.Lyra mengabaikan pengabaian itu. Ia me
最終更新日 : 2026-07-01 続きを読む