Home / Romansa / Obsesi Kakak Tiri Mafia / Bab 11 Pria Yang Datang Malam Malam

Share

Bab 11 Pria Yang Datang Malam Malam

Author: Dewandaru
last update publish date: 2026-07-20 16:42:36

"Aku hanya ingin memastikan kua baik-baik saja, Lyra."

Suara pria paruh baya yang tenang itu seketika meremukkan seluruh dugaan Lyra. Bukannya sosok Kael berseragam rasa bersalah yang berdiri di ambang pintu, melainkan Hans—adik tiri Adrian sekaligus paman Kael. Pria paruh baya itu berdiri tegap di koridor yang remang-remang, mengenakan gaun kamar sutra gelap dengan senyuman tipis yang sangat tidak cocok dipasang pada pukul dua pagi.

Lyra mencengkeram gagang pintu lebih erat, refleks menahan da
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Obsesi Kakak Tiri Mafia   Bab 11 Pria Yang Datang Malam Malam

    "Aku hanya ingin memastikan kua baik-baik saja, Lyra."Suara pria paruh baya yang tenang itu seketika meremukkan seluruh dugaan Lyra. Bukannya sosok Kael berseragam rasa bersalah yang berdiri di ambang pintu, melainkan Hans—adik tiri Adrian sekaligus paman Kael. Pria paruh baya itu berdiri tegap di koridor yang remang-remang, mengenakan gaun kamar sutra gelap dengan senyuman tipis yang sangat tidak cocok dipasang pada pukul dua pagi.Lyra mencengkeram gagang pintu lebih erat, refleks menahan daun pintu agar tidak terbuka lebih lebar. "Paman Hans ... Ada apa malam-malam begini?""Ah, maaf kalau Paman mengagetkanmu," jawab Hans dengan nada suara yang sengaja dipelankan, seolah-olah penuh empati. Tanpa diundang, pria itu mengambil setengah langkah maju, memangkas jarak hingga Lyra secara insting melangkah mundur satu pijakan ke dalam kamarnya. "Paman melihat lampu kamarmu masih menyala dari bawah. Setelah kejadian mengerikan di pinggiran kota tadi, Paman takut kamu mengalami syok berat."

  • Obsesi Kakak Tiri Mafia   Bab 10 Bayang Sentuhanmu

    Gumpalan uap tipis mengepul dari cangkir porselen yang diletakkan Diana di atas meja nakas. Di tepi ranjang, Lyra duduk terdiam dengan rambut yang masih setengah basah setelah mandi. Gaun tidurnya yang longgar tidak mampu menghalau rasa dingin yang entah mengapa menjalar dari dalam dadanya."Minum dulu, Sayang. Biar tubuhmu lebih hangat," ucap Diana lembut, mendudukkan diri di samping putrinya dengan raut wajah yang masih menyisakan sisa kecemasan dari sisa malam tadi.Lyra hanya mengangguk kecil, meraih cangkir itu dan menyesapnya perlahan. Namun, kehangatan teh herbal itu sama sekali tidak mampu mengusir kekacauan yang sedang berhuru-hara di dalam kepalanya."Sebenarnya ... apa yang terjadi di luar sana, Lyra?" tanya Diana lirih, tatapan matanya menuntut penjelasan yang jujur. "Ibu tahu Kael bukan tipe pria yang suka membawa orang lain jalan-jalan tanpa alasan jelas. Kenapa baju kalian bisa bersimbah darah?"Lyra termenung, membiarkan cangkirnya kembali mendarat di atas meja. Alih-a

  • Obsesi Kakak Tiri Mafia   Bab 9 Gairah yang Tiba-tiba Tiba Lewat

    "Sayang, bagaimana jika terjadi sesuatu yang buruk pada mereka? Ini sudah hampir fajar dan ponsel Kael sama sekali tidak bisa dihubungi," ucap Diana. Suaranya bergetar hebat, jemarinya meremas cemas ujung pakaian rajutnya di sudut ruang tengah mansion Voss yang megah.Adrian Voss mengembuskan napas berat, melangkah mendekat lalu meletakkan kedua belah tangan kekarnya di bahu sang istri demi memberikan ketenangan. "Tenang, Diana. Anak buahku sudah bergerak ke lokasi sinyal terakhir. Kael bukan pria amatir yang mudah ditumbangkan. Dia pasti membawa Lyra pulang dengan selamat."Belum sempat Diana menyahut, suara deru mesin mobil yang berat terdengar membelah kesunyian halaman depan mansion. Sepasang lampu sorot dari SUV hitam legam menyapu kaca jendela besar ruang tengah. Pintu depan mansion terbuka lebar, menampilkan sosok Lyra dan Kael yang melangkah masuk dalam kondisi basah kuyup akibat guyuran hujan subuh."Lyra!" Diana memekik lega, langsung berlari menerjang dan memeluk erat tubuh

  • Obsesi Kakak Tiri Mafia   Bab 8 Menekan Sisa Gairah

    "Lepaskan aku, Kael. Mereka sudah pergi." Lyra berbisik parau.Suaranya bergetar hebat di sela napasnya yang masih memburu. Kael tidak langsung menjawab. Sepasang mata abu-abunya yang menggelap mengunci tatapan Lyra selama beberapa detik yang menyiksa, sebelum akhirnya ia menjauhkan tubuhnya dengan sentakan kasar. Pria itu bangkit dari ranjang seolah-olah baru saja menyentuh racun yang paling mematikan."Jangan geer," desis Kael dingin.Ia memunggungi Lyra sambil memegangi lengan kanannya yang kembali mengeluarkan darah segar. "Sentuhan tadi hanya bagian dari sandiwara agar kita tidak mati konyol di tempat kotor ini."Lyra tertegun di atas ranjang yang berantakan, menatap punggung tegap Kael dengan rasa terhina yang perlahan membakar dadanya. Kehangatan protektif yang sempat ia rasakan beberapa menit lalu menguap tanpa bekas, digantikan oleh realitas kejam bahwa pria di depannya tetaplah seorang monster yang membencinya."Aku tahu tugas dan batasan profesiku, Tuan Voss," balas Lyra ta

  • Obsesi Kakak Tiri Mafia   Bab 7 Mendesahlah, Lyra!

    "Argh! Sialan."Kael menggeram rendah, rahangnya mengetat hebat saat mobil sedan mereka yang ringsek terpaksa ditinggalkan. Langkah kakinya goyah, membuat tubuh jangkungnya nyaris limbung di atas aspal jika sebuah tangan mungil tidak dengan cepat menahan pinggangnya."Kael, bertahanlah! Mereka datang lagi," bisik Lyra panik. Sepasang mata hazelnya menatap cemas ke arah ujung jalan, di mana sorot lampu dari SUV cadangan musuh mulai membelah kegelapan gang pinggiran kota. "Kita harus sembunyi. Sekarang!""Jangan perintah aku, Lyra," desis Kael serak, napasnya memburu menahan perih di lengannya yang terus mengucurkan darah segar. Namun, pria itu tidak menolak ketika Lyra menyusupkan tubuh di bawah lengan kirinya yang sehat, memapah langkahnya membelah kegelapan gang yang berliku.Langkah kaki mereka yang tergesa membawa keduanya terpojok di sebuah area remang-remang di ujung jalan buntu. Satu-satunya bangunan yang masih terbuka adalah sebuah motel kelas bawah dengan papan neon bertarif p

  • Obsesi Kakak Tiri Mafia   Bab 6 Jangan Sentuh Aku!

    Setelah membuat Lyra dinonaktifkan dari Rumah Sakit Universitas, Kael memerintahkan adik tirinya itu untuk ikut bersamanya ke sebuah rumah sakit tua di pinggiran kota yang sudah tidak beroperasi, aset lama Voss Group tempat dokumen rekam medis belasan tahun lalu disimpan. Kael sengaja ingin menyiksa mental Lyra, memaksanya ikut mencari berkas malapraktik masa lalu yang dituduhkan kepada Nikolai Hart. Suasana di dalam sedan hitam yang melaju membelah jalanan sepi pinggiran kota itu terasa begitu mencekam. Kael menyetir dengan rahang mengeras. Sementara Lyra hanya menatap lurus ke luar jendela, meremas tali tasnya demi menghalau rasa cemas yang terus menggerogoti dada. "Jika kamu berpikir bisa melarikan diri atau mencari pembelaan dari ibumu lagi, lupakan saja," ucap Kael memecah keheningan dengan suara baritonnya yang dingin. Lyra menoleh, menatap profil samping Kael yang tajam. "Aku tidak pernah berniat lari, Kael. Aku ikut denganmu karena aku juga ingin melihat bukti apa yang ka

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status