"Selena, untung Ibu tahu sebelum semuanya telat!""Tapi apa kamu beneran nggak mau ganti nama di formulir pendaftaran pernikahan ini? Edwin itu pembunuh berdarah dingin! Kenapa kamu malah mau nikah dengan dia? Bukannya selama ini kamu cinta sama Liam?"Mata Ibu memerah, buat hatiku dipenuhi rasa bersalah. Sejak tahu akhirnya Liam bersedia nikahi aku, nggak ada seorang pun yang lebih bahagia dibanding dia.Aku telah tunggu Liam selama tujuh tahun. Dari gadis berusia sembilan belas tahun, sekarang aku berubah jadi perawan tua, bahan tertawaan seisi kota, perempuan yang nggak seorang pun berani nikahi. Dan akhirnya, Liam setuju untuk nikah dengan aku. Namun Edwin, hanya karena taruhan dengan seorang pelayan, sengaja kirimkan formulir pendaftaran pernikahan dengan nama yang salah.Ibu marah sekaligus patah hati. Pada akhirnya, dia hanya bisa serahkan keputusan itu ke aku. Jemari tanganku usap perlahan nama Edwin yang tertera di formulir, lalu aku berbisik lirih, "Gimanapun juga, dia tetap
続きを読む