FAZER LOGINSeminggu sebelum hari pernikahan, Liam Suwanto diam-diam ganti nama calon mempelai pria di formulir pendaftaran pernikahan. Nama yang semula miliknya diganti jadi nama pamannya sendiri, Edwin Suwanto, ketua mafia baru Keluarga Suwanto. Seorang temannya menatap dia dengan wajah terkejut. "Kamu sudah gila, yah? Selena sudah tunggu kamu selama tujuh tahun. Di mata semua orang, dia hampir dianggap perawan tua! Dan sekarang kamu justru serahkan dia ke pamanmu yang paling kejam itu?" Liam hanya tersenyum santai. "Lena dan aku kalah dalam sebuah taruhan. Aku sudah janji akan penuhi satu permintaannya." "Lagian, begitu Selena tahu namanya diganti, dia pasti akan panik lalu lari cari aku untuk minta perbaiki semuanya." "Dan lagi, mana mungkin pamanku beneran mau nikahi Selena? Begitu tahu kesalahan itu, dia pasti langsung batalkan pertunangannya. Dan pada akhirnya, Selena tetap akan jadi istriku." Nada suaranya terdengar begitu ringan, seolah semua itu cuma permainan saja. Teman-temannya langsung tertawa terbahak-bahak. Sementara itu, aku telah berdiri di balik pintu cukup lama, dengarkan setiap kata yang mereka ucapkan. Sedikit demi sedikit, hatiku jadi beku. Hari pernikahan akhirnya tiba. Aku tetap datang seperti yang telah direncanakan. Sementara itu, Liam, pria yang selama ini selalu angkuh dan merasa segalanya berada dalam genggamannya justru jadi gila saat berusaha terobos masuk ke dalam gereja. "Aku pengantin prianya! Aku yang seharusnya jadi pengantin prianya!"
Ver maisAku segera tanya dengan nada cemas, "Kamu kenapa? Kemarin aku masih lihat kamu naik kuda. Apa karena itu ...."Lihat raut wajahku yang begitu khawatir, Edwin tampak sedikit tertegun. Nggak lama kemudian, dia tersenyum lembut lalu gelengkan kepalanya."Nggak kok."Sejak itu, setiap hari aku selalu temani Edwin. Tentu saja, sesibuk apa pun aku, bukan berarti aku lupakan Liam.Selama beberapa waktu, aku sengaja sebarkan kabar kalau Liam telah angkat seorang wanita simpanan. Nggak butuh waktu lama, seluruh kota dipenuhi gosip tentang dia. Para wanita dari keluarga terhormat pandang rendah tindakan Liam. Akhirnya, kabar itu sampai juga ke telinga Bu Indah. Bu Indah memang terkenal tegas dan nggak kenal ampun.Begitu kembali ke kediaman keluarga, dia langsung hukum Liam dengan dua puluh cambukan. Aku dengar dia dipukul sampai pingsan. Bahkan sebelum luka-lukanya sembuh, Bu Indah sudah paksa dia berlutut di aula leluhur untuk jalani hukuman.Semua orang tahu selama ini Bu Indah sangat manjaka
Tatapan Liam langsung jatuh ke leherku. Di sana masih tampak beberapa bekas ciuman yang samar, jejak yang ditinggalkan Edwin ketika berkali-kali cium aku malam sebelumnya. Liam menatap bekas-bekas itu tanpa berkedip. Sorot matanya dipenuhi amarah dan kebencian."Kamu tidur dengan dia? Gimana mungkin kamu ...."Aku menatap lurus ke dalam mata yang dipenuhi rasa cemburu dan murka itu, lalu hanya merasa semuanya begitu lucu. Dia memang cemburu. Dia juga nyesal. Namun aku nggak sebodoh dulu lagi, hingga percaya kalau itu berarti dia cinta aku, atau nyesal karena aku nikah dengan pria lain.Yang sebenarnya Liam sesali adalah seekor burung kenari yang selama ini selalu ada dalam sangkarnya, sekarang telah terbang bebas. Yang buat dia marah hanyalah perasaan kalau sesuatu yang selama ini dianggap miliknya telah direbut orang lain."Liam, berhenti merasa dunia berputar di sekitarmu."Aku menatapnya dengan dingin."Sejak hari kamu sengaja tuliskan nama yang salah di formulir pendaftaran pernika
Aku ikuti Edwin kembali ke kamar pengantin. Ruangan itu dipenuhi aroma lembut bunga osmanthus yang menenangkan.Edwin tersenyum tipis, lalu bilang, "Sudah malam. Sebaiknya kamu istirahat dulu."Mungkin karena semua ketegangan akhirnya reda, aku tertidur dengan begitu lelap hingga baru terbangun menjelang tengah hari. Saat lihat aku buka mata, pelayan itu langsung tersipu. Dia hampiri dan bantu aku berdiri."Nona Selena, Ketua sudah bicara dengan Bu Indah. Hari ini Anda nggak perlu temui dia. Ketua pesan agar Anda istirahat dengan baik."Setelah mandi dan ganti pakaian, aku jalan perlahan keluar dari halaman kediaman. Namun begitu gerbang terbuka, aku langsung lihat Lena berlutut tepat di depan pintu.Wajahnya pucat pasi, tubuhnya tampak begitu lemah hingga seolah bisa roboh kapan saja. Saat aku perhatikan lebih saksama, pakaiannya terlihat agak berantakan.Seketika itu, hatiku langsung tenggelam. Aku tahu, kemunculannya kali ini pasti nggak bawa sesuatu yang baik. Benar saja. Begitu li
Kalau terluka, Liam hanya bisa terbaring di tempat tidur. Dia nggak bisa kemana-mana tanpa kursi roda. Aku tahu, nggak butuh waktu sampai setengah hari sebelum kabar tentang Liam yang berani lawan pamannya sendiri demi seorang wanita menyebar ke seluruh penjuru kota.Saat itu terjadi, nggak hanya dirinya dan Keluarga Suwanto yang akan dipermalukan. Aku, Selena, beserta Keluarga Muwardi juga akan ikut jadi bahan tertawaan.Suasana di dalam gereja sunyi membeku. Semua orang tahan napas, nggak ada seorang pun yang berani bersuara. Aku melangkah perlahan hampiri Liam. Seberkas harapan sempat melintas di wajahnya. Namun pada detik berikutnya, aku angkat tanganku dan tampar dia sekuat tenaga. Aku kerahkan seluruh tenaga yang aku miliki ke dalam tamparan itu. Kepalanya langsung terhempas ke samping. Pupil matanya menyusut, sementara dia menatapku dengan wajah yang dipenuhi rasa nggak percaya.Dengan tatapan sedingin es, aku berkata, "Kamu nggak berhak hina suamiku seperti itu. Apa kamu kira K


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.