Nyonya Widya, yang terpana oleh pendar gaib tadi, tak sanggup lagi menahan gelombang gairah yang membakar jiwanya.Dengan kedua lengan mulusnya, dia langsung mendekap erat tubuh tegap Sena."Aku ingin kamu, Sena... Tolong, jadikan aku milikmu malam ini," bisik Nyonya Widya lurus di leher Sena. Sena menyunggingkan senyum tipis. Sentuhan fisik yang dipadukan dengan pasrah total wanita ini rupanya menjadi kunci pembuka pusaran Hawa Murni Puncak. Jika sentuhan biasa saja mampu melonjakkan energinya serapid ini, penyatuan utuh tentu akan membawa kekuatannya ke puncak yang tak terbayangkan.Tanpa aba-aba, Sena membalikkan posisi dan membaringkan tubuh Nyonya Widya. Matanya menatap tajam, penuh wibawa yang tak tertahankan."Buka pakaianmu, Nyonya," perintah Sena singkat namun mengintimidasi."Dengan senang hati, Sena," jawab Nyonya Widya tanpa ragu sedikit pun.Jari lentiknya bergerak cepat melucuti gaun sutra hijau zamrud yang melekat di tubuhnya. Dalam hitungan detik, kain halus it
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-08-09 อ่านเพิ่มเติม