Pelupuk mata Paskal perlahan terbuka. Pria ini mencoba menarik lengannya yang berat. Saat Paskal menoleh dan mencoba menarik dirinya, disanalah ia tersadar jika Larissa tengah tertidur di pelukan. Mata wanita ini terpejam dengan rapat. Tidur dengan damai setelah menjalani malam yang panjang. Paskal masih ingat apa yang terjadi semalam. Dimana ia berusaha menghangatkan Larissa yang menderita karena kedinginan. Wanita yang selalu dimakinya, selalu dihinanya hingga selalu disakiti fisiknya ini telah mempersembahkan cinta yang luar biasa. Perlahan, Paskal mengusap dahi Larissa yang tertutup anak rambut. Dari bibir kecil itu, suara dengkuran terdengar halus. Pria ini mengulum senyum. Apa yang terjadi semalam masih dirasakannya. Ah, Paskal seperti orang yang mabuk. Larissa bak anggur yang berhasil membuatnya hilang akal. Tapi tak ada yang salah soal semalam, kan? Toh, Larissa masih menjadi istrinya. Sudah sewajarnya dia mengambil hak tersebut. Ya, Paskal berpikir jika keduanya ma
Last Updated : 2026-08-08 Read more