"Aduh, pak. Kira-kira ada nggak bis yang mau nganter kita ke desa, ya?" Bu Cik jadi cemas."Kita tanya saja dulu, bu." Sahut Yanto mencoba tenang.Bagaimana tidak? Lima hari yang lalu, Yanto dan istrinya pergi ke kota untuk memasarkan hasil panen mereka. Tapi saat tengah bersiap untuk pulang, sore itu mereka mendapat kabar jika desa Pulau terserang banjir bandang.Bukan sekali dua kali, banjir meluap desa tersebut.. namun kali ini lebih parah.Banjir melahap habis ratusan rumah. Sawah hancur, hewan ternak banyak yang tenggelam. Yang dikhawatirkan oleh Yanto adalah anak-anaknya yang tinggal disana. Ia takut terjadi sesuatu meskipun mereka telah pindah ke pengungsian.Bu Cik memegang lengan suaminya saat mereka berjalan cepat menuju terminal bis. Sayang sekali tak ada satupun bis yang mau mengantar. Akses sulit dengan jalan terputus menjadi alasannya."Ya, Tuhan.. bagaimana ini?" Bu Cik bersusah hati.Yanto mencoba mencari
Last Updated : 2026-08-19 Read more