“Ya, Tuhan!” Kara memijat pelipisnya penuh frustrasi.Di luar ruang rapat, ketegangan tidak kalah memuncak.Kara sudah beberapa kali mencoba mengalihkan pikirannya pada pekerjaan, namun tidak bisa. Sejak ia berhasil meloloskan diri dari lobi, ponselnya nyaris tidak berhenti bergetar. Notifikasi demi notifikasi terus bermunculan di layar. Namanya dan Adrian memenuhi berbagai portal berita, media sosial, hingga forum bisnis yang biasanya hanya membahas perkembangan perusahaan besar.Tangannya sedikit gemetar saat membuka salah satu artikel terbaru. Fotonya dan Adrian kembali muncul. Bukan satu atau dua, melainkan puluhan.Ada foto saat mereka berada di hotel, foto ketika Adrian merangkul pinggangnya di salah satu private club, bahkan beberapa media mulai menampilkan jadwal perjalanan bisnis, reservasi hotel, dan manifes penerbangan yang menunjukkan pola yang sama selama bertahun-tahun.Semakin lama Kara membaca, semakin sulit ia
Last Updated : 2026-08-31 Read more