Pertanyaan tulus itu seketika menghentikan gerakan tangan Tara di atas layar kerjanya. Ia terdiam sejenak, lalu mengulas senyum tipis yang tulus seraya mengusap rambut Liora dengan penuh kasih sayang. "Ya, aku sudah jauh lebih baik.”Senyum Liora semakin lebar. “Syukurlah. Aku senang mendengarnya. Aku harap, kau tak sakit lagi, Mom. Aku mengkhawatirkanmu.”Tara tidak langsung merespons ucapan gadis kecil itu. Sebaliknya, ia memandangi wajah polos anak yang ia besarkan selama ini.Ada rasa yang berkecamuk di benaknya. Bisa saja ia menelantarkan Liora karena status dan hubungannya, terutama berkaitan dengan orang tua kandung Liora. Tapi ... sebersit kasih sayang yang ia punya pada Liora membuatnya tak tega melakukannya. Meski beberapa waktu sebelumnya, tingkah Liora sangat mengesalkan dan membuat emosinya turun naik, tapi Tara menyadari, semua itu dipengaruhi oleh seseorang.Tak mungkin seorang anak melakukan tindakan buruk tanpa pengaruh
Last Updated : 2026-09-03 Read more