Makan malam kali ini, seperti yang Tara duga, Kara juga turut serta. Biasanya, Tara selalu menyambut kedatangan kakaknya dengan senang hati. Bahkan ketika orang tua mereka ikut datang, suasana akan terasa lebih hidup—meski hampir selalu, pembicaraan hanya berpusat pada satu orang.Kara yang ini. Kara yang itu. Kara yang membanggakan. Sementara Tara? Hanya sekadar pelengkap. Namun dulu, semua itu tak pernah terasa menyakitkan. Ia menerima semuanya dengan tulus. Ia mencintai mereka tanpa syarat. Sampai hari ini—hari di mana ia tahu segala hal yang Kara sembunyikan, dengan cara yang paling kejam.“Aku membuatkan sup daging kesukaanmu, Adrian. Kau mau mencicipinya terlebih dahulu?” Suara Kara terdengar lembut, penuh perhatian.Ia berdiri di dekat kompor, sendok sup di tangannya, menunggu dengan senyum yang terlalu hangat untuk sekadar seorang ipar.Adrian yang sejak tadi memperhatikannya, tersenyum ringan tanpa ragu. “Tentu saja.”Ia pun menghampiri Kara, sedikit membungkuk, lalu menerima
Last Updated : 2026-07-01 Read more