Hana masih memegang lembar dokumen itu ketika Bianca berdiri di hadapannya dengan wajah yang sulit dibaca. Kertas putih tersebut terasa begitu ringan di antara jemarinya, tetapi nama yang tercetak di sana seolah memiliki berat yang tidak sanggup ia abaikan.“Ini bukan tanda tangan Ayah.” Suara Hana terdengar pelan.Bianca mengangguk. “Iya Hana, aku tahu.”Hana kembali menurunkan pandangan pada dokumen itu. Nama Surya Pratama tercantum sebagai penerima, tetapi tanda tangan di bawahnya jelas berbeda dari tanda tangan yang selama ini ia kenal dari berbagai berkas milik ayahnya.Ia pernah melihat tanda tangan itu di dokumen rumah, surat-surat lama, bahkan beberapa formulir ketika harus mengurus administrasi rumah sakit. Tidak pernah berubah.“Kalau begitu, kenapa nama Ayah ada di sini?”Bianca menggeleng pelan. “Aku tidak tahu, Hana.”Hana meletakkan dokumen itu di atas meja. Ia menarik kursi dan duduk kembali, sementara Bianca ikut duduk di seberangnya dengan kedua tangan yang saling me
Huling Na-update : 2026-09-11 Magbasa pa