Pesan itu hanya terdiri dari satu kalimat, tetapi cukup untuk membuat pikirannya semakin penuh. Ia membaca ulang tulisan tersebut beberapa kali, berharap ada sesuatu yang terlewat atau setidaknya petunjuk mengenai siapa pengirimnya.Hana menekan tombol panggil. Sambungan bahkan tidak sempat berdering lama sebelum terputus. Ia mencoba sekali lagi dengan hasil yang sama.“Siapa sebenarnya yang mengirim ini?”Jarinya berhenti di atas layar. Setelah beberapa detik, Hana akhirnya memasukkan ponsel ke dalam tas. Ia tidak punya tenaga untuk mengurusi sesuatu yang belum jelas, sementara keadaan ayahnya jauh lebih mendesak.Ia kembali ke ruang intensif. Namun, baru beberapa langkah menuju pintu, seorang perawat keluar dari dalam ruangan. Perempuan itu sempat terkejut melihat Hana berdiri di sana.“Nona Hana, kebetulan saya sedang mencari Anda.”“Ada apa, Sus?”“Dokter Rendi meminta saya menyampaikan bahwa kondisi ayah Anda masih sama. Belum ada perubahan yang mengkhawatirkan sejak pemeriksaan
Last Updated : 2026-08-12 Read more