"Mas, anakku dibawa sama mereka. Tolong bantu aku, Mas!" Yanto tertegun sejenak merasakan tubuh hangat Sari yang bergetar hebat di dalam dekapannya. Isak tangis Sari begitu pilu, menyayat ulu hatinya yang paling dalam. “Tenang, Mbak! Tenang dulu!” Yanto melingkarkan kedua lengan tegapnya di punggung Sari, mengusapnya lembut seraya menyalurkan hawa hangat Gawok untuk menenangkan saraf-saraf Sari yang terguncang hebat. “Coba cerita pelan-pelan sama aku. Siapa yang membawa dedek bayi?” “Mertuaku, Mas… Hiks… Ibu sama Bapak mertua, sama ipar-iparku…” ratap Sari di dada tegap Yanto, suaranya teredam oleh kaus abu-abu yang dikenakan Yanto. “M-mereka nggeruduk rumah… M-mereka ngancam aku…” “Mengancam bagaimana, Mbak?” kejar Yanto dengan nada suara yang mulai berubah dingin nan tajam. Aura dominan dari dalam dirinya mendadak meletup sewaktu menyadari ada bahaya yang mengintai ibu muda ini. “M-mereka merebut bayi dari tanganku secara paksa,” tangis Sari makin pecah. “M-mereka bilang, k
Terakhir Diperbarui : 2026-08-25 Baca selengkapnya