"Maaf yo Mas, aku malah ngerepotin kamu," tutur Dewi lirih, suaranya parau menahan rasa tak enak hati. Yanto mengerutkan keningnya. Tanpa ragu, ia menggenggam jemari dingin Dewi dengan agak erat, mencoba menyalurkan rasa aman. "Repot apa sih, Mbak? Cuma gini aja kok," sahut Yanto dengan nada bersungguh-sungguh. Dewi seketika menunduk. Manik matanya tak berani menatap wajah pemuda di hadapannya. Ada rasa malu yang menjalar di dadanya, beradu dengan rasa kecewa pada dirinya sendiri karena merasa begitu rapuh dan tak berdaya. "Mbak Dewi..." Panggilan lembut namun tegas dari Yanto itu menyentak kesadaran Dewi, memaksanya refleks mendongak. "Njiih, Maas?" Yanto menatapnya lurus. “Tadi Mbak mengigau. Mbak bilang *‘jangan sentuh’*, *‘lepas’*, *‘aku takut’*.” Ia sengaja jeda sejenak, mengamati setiap perubahan raut wajah gadis itu. “Ada orang yang ganggu Mbak di kebun tah? Mbak cerita ke aku! Biar aku cari orangnya sekarang!” Tubuh Dewi langsung kaku seketika. Sorot matanya panik, buru-
Last Updated : 2026-09-08 Read more