Matahari sudah agak tinggi ketika istirahat siang di kebun teh dimulai. Para pekerja duduk di bawah pohon-pohon besar, membuka bekal masing-masing. Dewi duduk di pinggir, membuka daun pisang yang membungkus nasi dan lauk yang sengaja ia bawa dari rumah. Di sampingnya, teman sekerjanya yang bernama Lina duduk sambil mengipasi wajahnya dengan topi. "Aduh, panas banget yo hari ini," keluh Lina. "Rasane, matahari koyo di atas kepala. Beeeh, padahal belum jam 9." Perempuan itu masih terus mengoceh. Hingga tanpa sadar, pandangan matanya tertuju ke arah Dewi yang sibuk makan sambil setengah melamun. "Dewi, kamu dari tadi diam saja. Ada masalah?" Dewi mengangkat kepala, tersenyum kecil. "Enggak, Lin. Cuma… kepikiran sesuatu." "Mikir apa? Jangan-jangan mikirin Mas Yanto yaaa? Ngaku kamu?" goda Lina sambil menyenggol bahu Dewi. Pipi Dewi langsung merona. "Apa sih, Lin! Kamu ini loh." "Loh, memangnya salah? Satu desa sekarang pada ngomongin dia. Tadi pagi di warung juga pada bilang Mas Yan
Terakhir Diperbarui : 2026-09-06 Baca selengkapnya