Erna langsung mendekati Mia dan menamparnya. "Bodoh! Harusnya kau merayu Liam agar datang kemari."Mia tersenyum miring, sejak awal ia sudah menebak, tidak ada seorangpun dari rumah, ini yang akan menyambut dirinya dengan baik. Bahkan, Rudi yang melihat putrinya datang, sama sekali tidak tertarik menyambutnya. "Apa kau menyuruhku pulang hanya untuk di tampar?" Pertanyaan tersebut membuat kemarahan Erna semakin memuncak. "Kau!"Saat Erna hendak kembali melayangkan tamparannya. Eva lebih dulu menghentikannya. "Ma, Lihat di sana.""Itu Liam," bisik Eva. Ia segera berjalan menghampiri pria itu."Maaf, aku sedikit terlambat." Liam menyerahkan barang bawaan kepada Rudi, Eva dan Erna. Ketiganya langsung menyambut Liam ramah. Seketika, wajah tampan Liam membuat Eva terpesona tanpa sadar. Selama ini, ia hanya melihat pria itu dari majalah bisnis yang dibacanya, Eva tidak menduga jika, dilihat secara langsung. Liam jauh lebih tampan berkali-kali lipat. Alis tebal, hidung mancung, dengan gari
Last Updated : 2026-08-28 Read more