Liam menepuk pelan puncak kepala Mia. "Kau hanya gugup karena terlalu banyak berpikir."Mia membuka matanya perlahan, ia tak percaya, pria yang terkenal keras dan dingin itu, malah sedang mencoba menghiburnya."Kau istirahat di mobil, biar aku yang membeli hadiahnya," terang Liam hendak turun. Tapi, Mia tetap kekeh ingin ikut. Liam membeli buah, teh premium dan kue seperti yang dikatakan Mia, terakhir mereka berjalan menuju ke sebuah toko bunga. Mata Mia langsung berbinar melihat berbagai jenis bunga. "Mbak, saya ingin memesan buket bunga tulip berwarna pink," ujar Mia pada penjaga toko. Sembari menunggu, Mia terus memutari isi toko untuk melihat berbagai jenis bunga. Sementara Liam yang berdiri diam, kini mendekati penjaga toko. "Buatkan satu buket lagi yang berisi beberapa jenis bunga.""Baik pak," jawab pelayan toko dan segara melakukan apa yang di katakan Liam.Setelah buket selesai, penjaga toko langsung memberikannya kepada Liam. "Kembaliannya, ambil saja."Liam berjalan mend
Última actualización : 2026-08-20 Leer más