Su Meiyin dan Lei Hong berjalan berdampingan menuju Aula Bulan, langkah mereka pelan namun pasti, seperti dua orang yang telah menunggu terlalu lama untuk sebuah percakapan yang mereka takutkan sekaligus dambakan. Di belakang mereka, murid-murid sekte masih berjaga dengan kewaspadaan penuh, tidak sepenuhnya yakin gencatan senjata yang baru saja terjadi akan bertahan lama.Bai Muchen berdiri menunggu di depan Aula Bulan, tubuhnya tegak, wajahnya berusaha mempertahankan ketenangan yang selama ini menjadi ciri khasnya sebagai tabib pengembara. Tapi Yue Chen, yang berdiri tidak jauh dari gurunya, bisa melihat sesuatu yang berbeda malam itu, sesuatu di bahu yang sedikit lebih kaku dari biasanya, di rahang yang mengeras terlalu sering untuk seseorang yang katanya tidak mengingat sepenuhnya siapa dirinya sendiri.Su Meiyin berhenti beberapa langkah dari sosok itu, matanya menyapu wajah yang sudah puluhan tahun ia cari, wajah dua puluh tahun yang menyembunyikan s
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-08-14 อ่านเพิ่มเติม