Ia sudah berdiri di sana sejak sebelum fajar, di antara bebatuan besar yang menjorok ke arah tebing barat, mengamati dinding granit Sekte Bulan Sabit yang perlahan berubah warna seiring cahaya pertama menyentuhnya. Jubahnya, hitam pekat tanpa hiasan apa pun, menyatu sempurna dengan bayangan batu di sekelilingnya, seolah ia bagian dari kegelapan itu sendiri, bukan sekadar bersembunyi di dalamnya.Delapan nyawa dalam enam malam. Ia tahu jumlah itu, ia yang mencatatnya sendiri dalam ingatannya, bukan sebagai kebanggaan, bukan pula sebagai penyesalan, melainkan sebagai bagian dari sesuatu yang jauh lebih besar daripada nyawa-nyawa kecil yang kebetulan berada di jalannya.Ia tidak datang untuk membunuh prajurit kekaisaran. Prajurit-prajurit itu hanyalah kebisingan yang harus disingkirkan agar suara yang lebih penting bisa terdengar, agar seseorang yang selama ini bersembunyi di balik wajah dua puluh tahun akhirnya mendengar, akhirnya menyadari, bahwa ada yang
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-08-19 อ่านเพิ่มเติม