Hari itu Zurich memperlihatkan wajah terbaiknya.Nadine mengajak Vimala berjalan menyusuri kota tua, menikmati jalan berbatu yang dipenuhi bangunan klasik, mampir ke toko cokelat, memberi makan burung di tepi sungai Limmat, hingga menaiki kapal wisata yang membelah danau.Sesekali Vimala mengambil foto.Sesekali mengirimkannya kepada Zyandru.Namun balasan pria itu hanya singkat.Zyan : Cantik.Zyan : Hati-hati.Zyan : Sudah makan?Walau singkat, cukup membuat Vimala tersenyum.Sore harinya, ketika mereka sedang duduk menikmati es krim di tepi jalan, ponsel Vimala berdering.Nama Burhan memenuhi layar.“Hallo, Om.”“Mala, kamu di mana?” Suara Burhan terdengar marah.“Di Swiss, Om.”“Swiss?”“Iya, ada apa Om?” tanya Vimala santai sambil makan ice cream.“Ngapain kamu ke sana?”“Bulan madu.” Vimala terkekeh kecil. “Eh… bukan.” Tapi dia meralat.“Terus ngapain?”“Ikut Zyandru ketemu klien… te
Last Updated : 2026-08-06 Read more