Izin singkat itu menyulut sumbu di dalam diri Sang Naga. Zal menangkup wajah Roselline, lalu menundukkan kepala untuk mendaratkan ciuman yang mendalam dan menuntut. Bibirnya yang hangat menyesap bibir Roselline dengan rasa lapar yang sekian lama terkunci, meruntuhkan seluruh dinding pertahanan wanita itu dalam hitungan detik. Roselline mencengkeram kain seragam pengawal Zal, melenguh halus saat lidah Zal menyapu lembut, memabukkannya hingga lututnya terasa lemas. Ah, sial! Dia benar-benar lupa dengan misinya di dunia ini jika terus diperlakukan seperti ini oleh pria yang berstatus sebagai suaminya. Tanpa melepaskan tautan mereka, Zal menggendong Roselline dalam dekapannya, membawanya melangkah menuju peraduan utama. Gaun putih kedewasaan berbordir perak yang melingkupi tubuh Roselline terlepas satu per satu di bawah sentuhan jemari Zal yang bergetar pelan. Saat tubuh polos Roselline tersentuh dinginnya kasur beludru, Zal berlutut di atas peraduan, menatap seluruh keindahan istr
Terakhir Diperbarui : 2026-08-31 Baca selengkapnya