Pintu mendadak terbuka. Roselline langsung berdiri tegap membusungkan dada, kembali ke mode pengawal siaga. Evelyn keluar lebih dulu. Wajah gadis itu tampak syok berat—pucat, terkejut, sekaligus kebingungan seolah baru saja menerima kenyataan yang terlalu besar untuk dicerna. Di belakangnya, berjalan Count Celestia bersama seorang pria berkelembutan kaku dengan pakaian resmi pejabat Istana Kerajaan. Pria itu menggenggam gulungan surat berstempel lilin emas khas Kekaisaran. "Terima kasih atas penerimaan hangat Anda, Count Celestia," ujar pejabat itu dengan nada suara kaku dan formal. "Sudah menjadi kehormatan bagi Faksi Celestia menerima utusan Kekaisaran," jawab Count Celestia seraya menundukkan kepala hormat. Roselline memperhatikan keduanya dengan tatapan tajam melotot. Di layar Sistemnya, dua titik merah itu masih menempel. Satu titik ada pada Count Celestia, dan satu lagi berada pada sang utusan Istana. Jantung Roselline berdegup kencang bak ditabuh drum. Pejabat itu
Terakhir Diperbarui : 2026-08-24 Baca selengkapnya