Caren hendak membalas dengan sengit, tetapi Valentina akhirnya melangkah maju dan menyela, "Cukup." Roselline menoleh. Valentina menatapnya dengan raut wajah datar tanpa senyum. "Lady Valentina, sepupu Anda baru saja mengambil barang milik Lady Evelyn secara paksa," ujar Roselline memperingatkan. "Aku tahu," balas Valentina pelan. Ia melirik Caren, lalu kembali menatap Evelyn. "Caren cuma ingin melihat Amulet itu. Tidak perlu membesar-besarkan masalah hanya karena sebuah benda." Roselline menyipitkan mata, merasa gemas dengan ketidakadilan itu. Namun, Evelyn tetap tenang. "Kalau begitu, saya ingin bertanya pada Anda, Lady Valentina," ujar Evelyn tenang. "Apakah menurut Anda merebut barang orang lain tanpa izin adalah tindakan yang bisa dibenarkan?" Valentina bungkam, tidak bisa menjawab. Caren yang merasa tersudut buru-buru menyela kasar, "Evelyn, kau berlebihan sekali! Lagipula kau sendiri yang bilang Amulet ini hak kandidat, apa salahnya aku menyentuhnya?!" "Aku bil
Terakhir Diperbarui : 2026-08-23 Baca selengkapnya