“Ceritakan semuanya tentang kelahiranku,” ujar Adrian sambil menatap Sang Penghapus dengan tatapan tegas. Sang Penghapus terdiam beberapa saat. “Kalau kau benar-benar ingin mengetahui semuanya, kau harus siap menerima bahwa sebagian kebenaran itu akan menyakitimu,” jawab Sang Penghapus. Adrian menggenggam Pedang Sang Penjaga. “Aku sudah terlalu lama hidup dengan setengah kebenaran,” ujar Adrian. “Aku tidak akan mundur sekarang.” Sang Penghapus mengangguk. “Baik,” jawabnya. Cahaya putih muncul dari telapak tangannya. Ruang di sekitar Adrian berubah menjadi sebuah kenangan. Adrian melihat Aryan berdiri di sebuah kuil kuno bersama ibunya. Namun kali ini, ibunya terlihat jauh lebih muda. “Aryan, waktunya hampir tiba,” ujar ibu Adrian dalam kenangan. “Aku tahu,” jawab Aryan. Adrian menatap adegan tersebut. “Itu terjadi sebelum aku lahir?” tanya Adrian. “Benar,” jawab Sang Penghapus. Di dalam kenangan, Aryan terlihat gelisah. “Aku tidak yakin anak kita bisa bertahan dengan i
Última atualização : 2026-09-27 Ler mais