“Siapa kau?” tanya Adrian dengan napas tertahan ketika suara dari balik pintu kembali memanggilnya. Pintu terakhir bergetar hebat. Cahaya keemasan yang keluar dari tubuh Adrian semakin kuat, tetapi proses penutupan justru berhenti. “Aku adalah bagian dari asal darahmu,” jawab suara dari balik pintu. Adrian mengerutkan kening. “Kalau begitu, tunjukkan wujudmu,” ujar Adrian. Darvaz langsung tertawa pelan. “Kau benar-benar ingin melihatnya?” tanya Darvaz. Adrian menoleh tajam. “Aku tidak takut,” jawab Adrian. Darvaz menggeleng. “Bukan ketakutan yang akan menghancurkanmu, Adrian,” ujar Darvaz. “Kebenaranlah yang akan menghancurkanmu.” Adrian mengepalkan tangannya. “Aku sudah terlalu lama hidup dalam kebohongan,” ujar Adrian. “Aku tidak akan mundur hanya karena sebuah kebenaran.” Alya berdiri di sampingnya. “Adrian, apa pun yang ada di balik pintu itu, kau tidak harus menghadapinya sendirian,” ujar Alya. Adrian mengangguk kecil. “Aku tahu,” jawab Adrian. Arvandra kemudian
Last Updated : 2026-09-13 Read more