"Selamat pagi," sapa Adrian sambil tersenyum hangat. Alya yang baru memasuki ruang makan hanya mengangguk pelan. "Kau bangun lebih cepat hari ini," ujar Adrian lembut. "Iya," jawab Alya singkat. Di atas meja telah tersaji omelet, roti panggang, potongan buah, dan secangkir cokelat hangat. "Aku ingat kau tidak terlalu suka kopi," ucap Adrian sambil mendorong cangkir itu ke hadapan Alya. "Terima kasih," balas Alya datar. Alya duduk tanpa banyak bicara, semakin lama, Alya semakin menyadari sesuatu, Adrian benar-benar mengingat setiap hal kecil tentang dirinya, makanan favorit, jam tidur, warna pakaian yang sering dipilih, dan bahkan cara Alya menggenggam cangkir. Tapi perhatian itu tidak membuatnya merasa dicintai, sebaliknya, ia justru semakin takut.Semua itu lahir dari obsesi, bukan kepercayaan, dan setelah usai sarapan, Adrian mengenakan jasnya dan bersiap berangkat. "Aku harus ke kantor pusat," ujar Adrian. "Kapan kamu pulang?" tanya Alya. "Mungkin malam," jawab Adrian.
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-08-09 อ่านเพิ่มเติม