“Buka semuanya,” ujar Adrian sambil berdiri di depan cahaya putih yang berputar di tengah kuil. [MEMORI TERAKHIR AKAN DIBUKA.] [PERINGATAN: IDENTITAS DAN KESADARAN DAPAT TERPENGARUH.] Adrian mengepalkan tangan. “Aku sudah memilih,” jawab Adrian tegas. Cahaya putih langsung meledak. Dalam sekejap, Adrian berada di sebuah tempat yang tidak pernah ia lihat sebelumnya. Langit berwarna merah gelap, tanah dipenuhi simbol kuno, dan di tengah tempat itu berdiri sebuah altar raksasa. Di atas altar terdapat bayi. Adrian menatap dirinya sendiri. “Itu aku,” ujar Adrian. Di samping altar berdiri Aryan dan ibunya. Namun mereka bukan satu-satunya orang di sana. Kaelvar juga hadir. Di hadapan mereka berdiri sosok tinggi berjubah putih. Adrian tidak bisa melihat wajahnya. “Siapa dia?” tanya Adrian. Suara dari dalam ingatan menjawab. “Dialah pencipta kehendak inti purba,” jawab suara tersebut. Adrian menatap sosok itu. “Jadi dia yang memilihku?” tanya Adrian. Sosok berjubah putih me
Last Updated : 2026-09-21 Read more