"Terima kasih sudah datang, Dokter," ucap Alya sambil mempersilakan Dr. Samuel masuk ke ruang keluarga. "Sama-sama," balas Dr. Samuel dengan senyum tipis sebelum mengalihkan pandangannya kepada Adrian. "Aku datang karena kau sendiri yang memintaku," ujar Dr. Samuel tenang. "Aku tidak ingin ada kebohongan lagi di rumah ini," jawab Adrian sambil duduk di sofa. "Itu keputusan yang baik," sahut Dr. Samuel. Alya ikut duduk di kursi yang berhadapan dengan mereka. Suasana mendadak sunyi. Tak seorang pun segera memulai pembicaraan. Akhirnya Dr. Samuel membuka map kulit yang dibawanya. "Alya, sebelum kita berbicara lebih jauh, aku ingin bertanya sesuatu," ucap Dr. Samuel. "Silakan, Dokter," jawab Alya. "Apakah Adrian pernah menyakitimu secara fisik?" tanya Dr. Samuel. Alya terdiam beberapa saat sebelum menggeleng. "Tidak pernah," jawab Alya pelan. "Apakah dia pernah memukulmu?" tanya Dr. Samuel lagi. "Tidak," sahut Alya. "Apakah dia pernah mengancammu dengan senjata?" tanya Dr. S
Last Updated : 2026-08-12 Read more