"Adrian, buka matamu!" seru Alya sambil menggenggam bahu suaminya. Adrian tidak menjawab. Tubuhnya masih berdiri di depan mesin, tetapi pikirannya terlempar jauh ke masa lalu. Cahaya putih memenuhi pandangannya, sementara suara-suara yang selama ini terkubur mulai bermunculan satu demi satu. "Jangan takut, Adrian," ujar suara seorang wanita lembut dalam ingatannya. Adrian kecil menoleh. "Ibu, aku ingin pulang," ujar Adrian kecil sambil menangis. "Kau akan pulang setelah semuanya selesai," jawab wanita itu sambil mengusap kepalanya. "Aku tidak suka tempat ini," ujar Adrian kecil dengan suara bergetar. "Aku tahu," jawab wanita itu lembut. "Karena itu Ibu akan membawamu keluar." Ingatan berubah. Adrian melihat Richard berdiri di balik kaca laboratorium. "Kau tidak bisa mengambil anak itu," ujar wanita tersebut dengan tegas. Richard menatapnya dingin. "Dia anakku," jawab Richard. "Dia bukan senjatamu," balas wanita itu. Richard tersenyum tipis. "Dia akan menjadi sesuatu yan
Last Updated : 2026-08-25 Read more