Ratri buru-buru nyalain lilin di meja deket ranjang, tangannya sedikit gemeteran. Ketukan itu kedengeran lagi, kali ini lebih pelan, kayak orangnya juga waspada.Dia deketin jendela hati-hati, jantungnya berdegup kenceng banget. Begitu dia buka tirai dikit, yang keliatan cuma bayangan gelap yang buru-buru ngelompat turun dari atap paviliun sebelah, terus ilang di balik kegelapan taman."Ada apa?" suara Wira dari pintu, udah setengah lari, pedang di tangan. Ternyata kamarnya emang deket, dan dia denger suara berisik dari kamar Ratri."Ada... ada orang di jendela," Ratri jawab, suaranya masih gemeteran. "Aku liat bayangan, tapi keburu kabur."Wira langsung ke jendela, natap ke arah taman gelap di bawah. Nggak ada apa-apa lagi di situ, cuma daun-daun yang bergoyang ketiup angin."Tunggu di sini," katanya tegas, terus keluar manggil beberapa penjaga.Malam itu penjagaan diperketat di seluruh kompleks kediaman. Wira sendiri yang mimpin pengecekan sampai subuh, meski nggak ketemu apa-apa se
Last Updated : 2026-07-14 Read more