Degh! Arga yang memutar gagang pintu dan mendorongnya hingga terbuka, terkejut saat melihat ke arah ranjang pasien ruangan rawat tersebut. Sepasang matanya melotot lebar, matanya memerah. Sedangkan tubuhnya menegang hebat. Untuk beberapa detik, pemuda itu hanya berdiri kaku di ambang pintu. Pandangannya menyapu seluruh sudut ruangan rawat tersebut. Di dalam ruangan itu kosong, tak ada dokter dan perawat, apalagi si kakek tua pasien korban tabrak lari yang kemarin dibawanya. "Sayang, kenapa?" tanya Wulan yang berdiri di belakang Arga. Ia memajukan wajahnya ke arah pintu, melihat ruangan rawat di depannya. Wulan ikut mengernyitkan kening saat menyadari ranjang pasien yang sebelumnya ditempati kakek tua itu kini sudah kosong dan sudah dirapikan. "Kakek itu nggak ada, Sayang. Ruangannya kosong," kata Arga. Suaranya yang pelan dan sengaja ditahan terdengar cemas bercampur bingung. Pikirnya, apakah perawatan kakek tua itu dihentikan karena dirinya terlambat membawa uang pembay
Última atualização : 2026-09-27 Ler mais