Jam menunjukkan pukul empat sore, Arga dan Wulan yang sebelumnya telah berjanji pada Dokter akan kembali ke rumah sakit, benar-benar bersiap untuk pergi.Saat ini, Arga yang sudah selesai bersiap lebih dulu, berdiri di samping motor barunya, hasil dari pemberian Mira sebagai ganti rugi motornya yang hilang.Pemuda itu menunggu Wulan yang belum selesai bersiap. Sesekali, ia melirik ke arah pintu kontrakan, memastikan wanita yang ditunggunya itu segera keluar."Sayang, masih lama nggak? Udah jam empat, lho, ini. Nanti kita kesorean!" seru Arga dari depan pintu kontrakan tersebut."Sabar, Sayang. Bentar lagi!" timbal Wulan. Suaranya agak keras, tetapi tetap terdengar lembut seperti biasa.Arga menghela napas pelan. Meskipun sedikit tidak sabar, pemuda itu tetap berdiri di tempatnya sambil menunggu.Beberapa saat kemudian, Wulan keluar dari dalam rumah, menghampiri Arga yang menunggunya di dekat pintu."Yuk, berangkat!"Arga yang sejak tadi menunggu, dibuat melongo dan cengo saat melihat
Última atualização : 2026-09-27 Ler mais