"Kalau gitu, buruan, Mbak. Aku beneran udah gak tahan pengen nyoba masukin punyaku ke punya Mbak Wulan!"Arga berbicara dengan nada suaranya yang terdengar amat berat. Sedangkan tangannya bergerak, merengkuh tubuh Wulan dan membawanya ke atas kasur.Di atas kasur tersebut, Arga menjatuhkan tubuhnya dan duduk bersandar pada tembok dengan kaki berselonjor.Melihat Arga duduk dengan batangan beruratnya yang berdiri tegak seperti keadilan, Wulan seketika meneguk sisa ludah di tenggorokannya dengan susah payah.Benda tumpul tetapi sangat mematikan itu benar-benar berukuran jumbo. Lebih besar dari ukuran terong ungu yang biasa dijual oleh kang sayur keliling, sedangkan panjangnya menyentuh pusat Arga sendiri."Mbak, kenapa malah bengong? Sengaja, ya, mau nyiksa aku?" kata Arga, menegur Wulan yang bengong di hadapannya.Wulan yang meneguk ludah menggigit kuat ujung bibir bawah bagian dalamnya.Lalu, ia menggeleng pelan dan merangkak mendekati adik dari mantan suaminya itu."Tiduran, Ga. Kala
Terakhir Diperbarui : 2026-08-15 Baca selengkapnya