"Kita buktiin kalau kita bisa hidup lebih baik tanpa dia, Mbak. Kita bisa hidup layak tanpa harus ngemis ke orang lain!"Arga yang menyentuh kedua bahu Wulan, menatap matanya dengan tatapan yang dalam. Ia berbicara pelan, tetapi terdengar begitu menyakinkan.Wulan yang menangis, menganggukkan kepala dan memaksakan senyumannya. Lalu ia menyeka air mata yang masih saja mengalir di kedua pipinya."Aku janji, setelah ini gak bakalan biarin siapa pun nyakitin Mbak lagi, termasuk Mas Burhan!" lanjutnya seraya membalas senyuman Wulan.Selanjutnya, Arga pun segera membuka lemari dan memasukkan pakaiannya ke dalam tas. Tak lupa, pemuda tanggung itu membawa barang-barang penting miliknya.Setelah mengemasi pakaian dan barang-barang pentingnya, Arga pun mengajak Wulan keluar dari kamar tersebut."Kita keluar sekarang," kata Arga. Tangannya meraih jemari Wulan yang terasa dingin dan menggenggamnya."Tapi kita mau pergi ke mana, Ga?" tanya Wulan. Suaranya pelan dan terdengar parau.Wanita itu bert
Last Updated : 2026-08-07 Read more