“Kamu, sih, pake ngunci pintu pantri segala. Orang-orang jadi kepo terus nguping, kan? Batal deh, lemburanku.”“Di mana-mana pegawai nggak suka lembur, Lala. Kenapa kamu malah senang lembur?” Arvin menatap istrinya dengan bingung.Lala mencebik kesal. “Soalnya kalau di apartemen, aku nggak bakal bisa kerja. Kamu pasti … yah, gitu, deh pokoknya.”Arvin nyengir pelan. Karena insiden pegawai yang kepergok menguping di pantri beberapa saat lalu, Lala akhirnya memutuskan untuk pulang. Lembur pun batal.Diam-diam Arvin merasa harus berterima kasih kepada empat pegawai itu. Kalau mereka tak kepergok, dan membuat Lala malu karena ketahuan berduaan di dalam pantri dengan pintu terkunci, pasti sekarang istrinya masih betah bekerja di kantor.“Mau susu?” Arvin menawarkan.Lala menoleh ke arah suaminya. Saat ini mereka ada di supermarket sebelum pulang ke apartemen.“Dari tadi nawarin susu terus. Beli aja kalau kamu pengen susu.”Arvin fokus menatap deretan merek susu di rak. Susu anak, susu lans
Terakhir Diperbarui : 2026-09-20 Baca selengkapnya