“Loh, heiii …, ini mbak-mbak yang juga anggota timnya Mas Arvin, toh? Wealah, pelukan gitu apa nggak dimarahin pacarnya, Mbak? Cantik-cantik kok, selingkuh di kerjaan?”Telinga Lala langsung panas. Dia bergerak melepas pelukannya kepada Arvin. Namun, pria itu malah semakin erat memeluknya. Alhasil Lala terpaksa bicara sambil mengintip dari depan badan Arvin.“Ini Ibu Wahyu bukan? Yang rumahnya depan puskesmas?”Wanita bertubuh sintal yang memakai blus panjang dan celana longgar itu bergerak cepat menghampiri Lala. Tangan padatnya menarik Lala dari pelukan Arvin.“Jangan jadi perempuan genit, Mbak. Mas Arvin ini sudah mau jadi calon mantuku. Jangan bikin Sarah jadi salah paham.”Lala mengerjap. “Sarah siapa?”“Anak perempuanku. Dia masih kuliah di Surabaya. Sudah mau balik ke desa buat ketemuan sama Mas Arvin.”Lala bengong sebengong-bengongnya. Dia menoleh ke arah Arvin. “Vin, serius mau jadi mantu ibu ini?”Arvin tersenyum tipis. “Ibu ini bercanda, Lala.”“Loh, siapa yang bercanda? K
Last Updated : 2026-09-12 Read more