Pesona Kakak Tetangga yang Menggoda

Pesona Kakak Tetangga yang Menggoda

last updateLast Updated : 2026-09-13
By:  Eliyen AuthorUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
0 ratings. 0 reviews
155Chapters
4.9Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

​[Benci aku sepuasmu, Lala. Tapi malam ini, kamu milikku.] ​Dahulu dia dicap cewek murahan oleh Arvin yang dicintainya dan terpaksa membuat Lala menghindari pria itu 7 tahun lamanya. Kini, Lala harus berlutut di bawah kuasa Arvin, mantan tetangga yang menjelma jadi CEO dingin nan posesif. ​Jejak merah di lehernya jadi bukti. Arvin tak hanya ingin menguasai proyek desainer interiornya, tetapi juga menuntaskan obsesi terlarang yang tertunda. Lala harus memilih. Hancur untuk kedua kali, atau justru tenggelam dalam penyesalan Arvin yang membara?

View More

Chapter 1

1 Gadis Liar

“Kamu pikir, aku akan tertarik dengan gadis nakal seperti kamu?”

Sapuan halus buku-buku jari ke pipi Lala membuat bulu kuduk gadis itu berdiri. Dia menggigit bibir, merasakan hawa napas panas Arvin menyapu kulit lehernya.

Tubuhnya mendadak kaku. Padahal ia memang ingin laki-laki ini memperhatikannya. Namun, jenis perhatian yang ia inginkan dari Arvin … bukan seperti ini. Sekarang ia justru merasa kalau dirinya sedang berada di dalam–

“Aku justru paling benci perempuan sepertimu.”

–bahaya.

Tiba-tiba, sebelum Lala sempat menjawab, bibir Arvin sudah beradu dengan miliknya. Sepasang mata Lala membelalak, terkejut. Tidak percaya. Tangannya mendorong dada Alvin agar melepaskannya, tapi laki-laki itu justru memperdalam ciuman mereka dan–

Bruk!

“Aduh!” Lala mengerang keras. Dia sontak duduk tegak sambil mengusap-usap kepalanya.

“Maaf, Mbak. Maaf. Saya kedorong tadi.” Seorang lelaki berkata cepat-cepat. 

Dua tangannya mengangkat koper yang beberapa detik lalu menghantam kepala Lala dan membangunkan gadis itu dari tidurnya, sekaligus memutus mimpi Lala.

Ia mengedarkan pandangan ke sekitar dan menyadari kalau dia sudah sampai di stasiun tujuannya.

Oh, terima kasih, siapa pun yang menghantam kepalanya tadi. Kalau tidak, ia bisa-bisa telat turun.

Lala spontan berdiri. Dia menyambar ranselnya yang ada di bawah dan langsung menghambur keluar kereta. Dia melompat turun gerbong lalu menghirup udara Kota J dalam-dalam.

Dan terima kasih juga telah membangunkan Lala dari mimpi buruk itu.

Tampaknya, kepulangannya ke kampung halamannya sedikit membuat Lala stres, jadi ia kembali memikirkan masa lalunya yang memalukan. Sampai terbawa mimpi.

Sebenarnya, kurang tepat jika dikatakan mimpi, karena itu adalah ingatannya saat masih remaja. Tepat sebelum Lala meninggalkan kampung halamannya ini untuk kuliah dan merantau di kota antah berantah selama tujuh tahun.

Semua demi menghindari pria itu.

Arvin Dirgantara. Lelaki yang dikejarnya seperti cewek kasmaran hilang akal, sekaligus orang yang menghancurkan harga dirinya.

Namun, Lala tidak menyalahkan sosoknya. Ia sadar, waktu itu memang kesalahannya. Ialah yang sudah terlalu memaksa, bahkan terobsesi menjadikan anak tetangganya itu sebagai pacarnya. Pantas saja jika Arvin, pria itu, muak dengannya dan melakukan segala hal untuk mengusirnya pergi.

Puncaknya adalah saat Lala memaksa masuk ke kamar laki-laki itu di suatu malam. Dengan dalih mau menjenguk Arvin yang sedang demam, Lala mendatangi kakak tetangganya itu sembari mengenakan–

Lala menghela napas. Kebodohannya saat berusia 18 tahun itu masih saja menghantuinya. 

“Memikirkan apa?” Tiba-tiba sang ibu bertanya.

Kini dirinya sudah ada di rumah, sedang duduk berdua dengan ibunya di ruang tamu. Ibunya tersebut tampak tersenyum saat melihat Lala yang sedang melamun.

“Kayak … nggak banyak ada yang berubah, Bu,” ucap Lala. “Padahal aku sudah bertahun-tahun tidak pulang ke sini.” 

“Tujuh tahun itu agak relatif,” balas sang ibu. Ia mengelus rambut putrinya dengan sayang. “Ibu senang sekali, Nak, kamu akhirnya mau pulang.”

Lala tersenyum. “Iya, Bu.”

“Ada masalah di kota?” 

“Enggak. Cuma … kangen aja, suasana di sini. Di kota semuanya serba cepat, akunya capek, Bu.”

Ibunya mengangguk-angguk. “Kamu mau istirahat dulu? Kamarmu sudah Ibu siapkan,” kata wanita paruh baya itu. “Masih sama seperti dulu.”

Begitu membuka pintu dan masuk ke dalam kamar tidur, Lala langsung tersenyum. Tempat tidur ukuran kecil dengan tirai putih, serta lemari pakaian dan meja rias yang menjadi dua satu-satunya perabot di sana. Jendela kamar tidur dapat dibuka lebar untuk menikmati pemandangan di samping rumah. 

Dulu, gadis itu suka menggunakan sudut ini untuk mengintip seseorang secara sembunyi-sembunyi. 

Lala membuka jendela dan bertopang dagu di sana, menatap jendela di seberang yang tertutup rapat, menikmati embusan angin. 

Sorot matanya menjadi tidak fokus, tenggelam dalam masa lalu.

Keluarganya dan Arvin sudah lama hidup bertetangga. Ibunya adalah orang tua tunggal, sama seperti ibu Arvin. Jadi mereka dekat dan anak-anak mereka kemudian bergaul bersama sejak kecil. 

Lala masih ingat. Dulu sekali, saat ia masih duduk di sekolah dasar, dirinya pernah diganggu kawan sepermainannya karena ibunya tidak mampu membelikan sepatu baru. Mendapati dirinya menangis sesenggukan waktu itu, Arvin dan–

Ceklek!

Lamunan Lala terhenti saat di hadapannya, jendela lebar di seberang kamarnya itu terbuka. Tirainya tersingkap. Seorang pria bertubuh tinggi dengan kemeja hitam yang dua kancing teratasnya terbuka muncul di sana. 

Sepasang mata tajam itu menyorot tenang. Garis rahangnya tegas. Wajahnya tampan, nyaris tak bercela. Dan bibir tipis itu membuat darah tiap wanita yang melihatnya berdesir hebat.

Lala tertegun. Pandangan mereka bertemu. 

Jantung Lala serasa turun ke perut. Refleks, dalam hitungan detik, dia menarik jendela kamarnya agar menutup rapat-rapat.

CTAK!

“Awww! Aduh!” Lala meringis histeris sambil memegangi jarinya yang barusan terjepit daun jendela.

Wajahnya merah padam, antara menahan sakit di jari dan rasa malu yang melambung ke langit-langit. "Arvin sialan! Kenapa dia ada di sini? Bukannya kata Ibu, dia tinggal di luar negeri sekarang?”

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
155 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status