“Itu bukan masalah besar, Lala. Aku nggak perlu membicarakannya denganmu. Itu acara tahunan yang sudah ada, bahkan sebelum kamu masuk ke Dirgantara. Aku nggak tahu kenapa kamu jadi tersinggung seperti ini.” Arvin masih bicara dengan nada tenang. Teramat tenang malah, sampai membuat Lala merasa kesal bukan main. Lala memejamkan mata. Di luar, suara hujan semakin deras. Teh yang awalnya masih panas, kini sudah mendingin. Namun, situasi antara Lala dan Arvin justru makin panas. “Kita ngobrol entar aja.” Lala menatap onggokan kain basah di lantai. Setelah kehujanan di halaman belakang rumahnya, Lala langsung membawa suaminya masuk kamar. Sialnya, Lala tak punya baju ganti Arvin. Jadi, dia terpaksa pergi ke rumah mertuanya untuk mengambil baju ganti lalu membawanya ke rumah Ibu. Hal yang tidak praktis. Lebih praktis Lala membawa Arvin langsung ke rumah Dirgantara. Namun, jika hal itu dilakukan, dia tidak akan pernah bisa membela dirinya sendiri di depan suaminya. Karena Arvin pasti ak
Last Updated : 2026-09-17 Read more