Agnes termenung menatap harga-harga di buku menu. Ia tidak pernah masuk ke dalam kafe mahal yang satu gelas minuman paling murahnya, air mineral, seharga 10 kali lipat lebih bahal dari harga air mineral di mini market. Gaji bulanannya habis untuk biaya kosan, membayar listrik dan belanja mamanya, dan juga membayar utang kuliahnya. Terkadang ia merasa iri ketika melihat ada teman-temannya yang mengunggah makanan-makanan mahal di media sosial.“Aku nggak makan, mbak,” kata Agnes seraya menutup menu. Karena Agnes tidak mau bicara jujur di dalam mobil, Celsi mengajak bicara sambil makan malam dan meninggalkan acara premier film.“Aku yang bayar,” kata Celsi sambil melambaikan tangan memanggil pelayan. “Kamu belum makan malam, kan?”Agnes menggeleng perlahan.“Ada yang bisa saya bantu?” tanya Pelayan yang datang membawa tab pemesanan.“Dua spageti aglio olio dan dua lemon tea dingin,” ucap Celsi tanpa ragu.“Baik,” Pelayan mengetik sesuatu di tabnya, kemudian bertanya lagi, “Ada yang lain?
Last Updated : 2026-08-16 Read more